JAKARTA – Umat Islam saat berpuasa harus tetap memperhatikan pola makan berdasarkan jumlah, jenis, dan jadwal makan. Mereka diimbau agar makanan selama berpuasa dapat memenuhi kebutuhan kalori dan komposisi jenis makanan seimbang antara karbohidrat, protein,dan lemak. 



Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr Fiastuti Witjaksono MSc di Jakarta kemarin, mengatakan saat puasa pada umumnya orang tidak terlalu memperhatikan jumlah dan jenis makanan, termasuk buah yang dikonsumsinya. ”Padahal, asupan nutrisi sangat penting ketika menjalankan puasa selama hampir 14 jam,”ujarnya. Fiastuti menambahkan, bulan puasa dan Lebaran merupakan periode unik karena di satu sisi puasa itu menahan lapar dan dahaga,namun di sisi lain bila tidak mengatur pola makan dengan baik maka seseorang akan kekurangan nutrisi.

”Ketika berbuka puasa, sebagian besar masyarakat cenderung tidak mengontrol makanan sehingga memengaruhi kualitas cerna makanan yang masuk dalam tubuh,”katanya. Fiastuti mengatakan, komposisi makanan lengkap yang diperlukan saat sahur dan berbuka puasa terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah,serta air.

”Konsumsi buah akan membantu menjaga kadar glukosa darah lebih stabil, sehingga membantu rasa kenyang yang lebih lama, karena buah mengandung banyak serat,memiliki indeks glikemik yang rendah, dan mengandung enzim yang membantu pencernaan,” tuturnya. Dia menganjurkan seseorang mengonsumsi buah kiwi hijau yang mengandung vitamin dan mineral, antioksidan, serat,prebiotik, serta enzim actinidin.

Enzim actinidin yang ada dalam kiwi hijau berfungsi membantu pencernaan protein sehingga lebih mudah diserap. Buah kiwi juga mengandung serat larut tinggi yang menjaga penyerapan karbohidrat dan lemak. Terutama saat Lebaran,di mana sebagian besar makanan itu pada umumnya mengandung lemak. Dengan mengonsumsi buah kiwi dapat menetralisasi beban berat tersebut pada pencernaan. _ syarifudin/ant    


Leave a Reply