Dalam jihad, khususnya pada masa-masa sekarang ini (jihad afghan), sangatlah kekurangan lelaki-lelaki yang betul-betul perwira dan jantan. Tidak ada keminiman atau kekurangan yang nampak terasa dibandingkan dengan kurangnya lelaki-lelaki perwira. Mendapatkan dana adalah mudah, mengumpulkan harta adalah gampang, tapi untuk mencari darah para lelaki perwira, maka itu merupakan puncak kesulitan dan kelangkaan.
Sedikit sekali orang yang dapat kamu eratkan cengkeraman kedua tanganmu pada mereka, dimana kamu dapat bersandar kepada mereka dalam melindungi Dienullah, dalam berkorban dijalan-Nya dan dalam berjuang menegakkan bangunannya.

Oleh karena itu, pada suatu ketika Umar ra, pernah berkata kepada teman duduknya dari kalangan sahabat pilihan: "Coba berangan-anganlah kalian!". Maka salah seorang diantara mereka ada yang berangan-angan memiliki harta segunung lalu ia infakkan di jalan Allah, sedang yang satu lagi berangan-angan mati syahid. Kemudian satu persatu dari mereka mengemukakan angan-angannya, sehingga akhirnya tinggal Umar yang belum mengutarakan angan-angannya. Maka merekapun berkata: "Berangan-anganlah wahai amirul mukminin!". Umar berkaata: "Aku berangan-angan, seandainya aku memiliki orang seperti Abu Ubaidah sepenuh rumah ini". MEngapa Umar berangan-angan seperti itu? Karena sedikitnya lelaki perwira yang hidup dimasyarakat!!

Sebab satu orang yang berlaku Shidiq (benar) terhadap (perintah dan larangan) Allah, berkorban untuk membela aqidah yang diyakininya terkadang dapat merubah keadaan masyarakat secara keseluruhan. Bukankah elang Quraisy Abdurrahman Ad Dakhil pernah melarikan diri (dari kejaran tentara Bani Abbasiyah) dan kemudian berhasil mendirikan kerajaan Islam, atau daulah atau khilafah? Sendirian ia menyeberangi lautan ke negeri Andalusia. Daulahnya terus bertahan hampir delapan abad lamanya...Karena itulah kita sangat menghajatkan keberadaan lelaki perwira!!

Tujuh puluh orang dari kelompok pilihan yang dipilih Allah sebagai kawan setia Nabi-Nya, pengemban Dien-Nya, penyampai risalah-Nya dan penolong bagi Rasul yang mulia, telah menjadi syuhada' dalam Perang Uhud. Inilah jalannya!!

Lembaran-lembaran sejarah tidak ditulis kecuali dengan darah. Bangunan keluhuran tidak akan bisa ditegakkan kecuali dengan tulang belulang dan kemuliaan serta ketinggian tidak akan bisa ditegakkan kecuali diatas tumpukkan mayat dan jasad. Sedikit sekali mereka yang memiliki prinsip dan sedikit dari mereka yang memiliki prinsip itu lari dari dunia demi menyebarkan prinsip-prinsip tersebut. Dan sedikit sekali dari yang sedikit itu, mereka yang mau mengorbankan nyawa dan darahnya untuk membela prinsip-prinsip dan nilai-nilai luhur tersebut. Mereka adalah sedikit dari yang sedikit. Dan tidak akan mungkin mencapai kemuliaan selain melalui jalan ini...
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar". (QS Ali imran 142)

Telah nampak oleh pandangan mata yang terbatas oleh manusia yang terkurung dalam batasan ruang dan waktu, bahwa kisah tersebut (syahidnya 70 orang sahabat) terjadi dan telah berlalu. Sang maut telah membuka mulutnya dan menelan 70 sahabat pilihan itu. Kemudian berjalanlah Sang Maut itu dengan rodanya dan tak meninggalkan siapapun, baik yang besar maupun yang kecil. Akan tetapi mata yang tajam dan hati yang terang mengetahui betul bahwa pengorbanan-pengorbanan tersebut merupakan bahan makanan ruhiyah bagi generasi-generasi yang hidup sesudah mereka dalam kurun waktu yang panjang. Kisah-kisah pengorbanan dan keteladanan mereka itu akan tetap menjadi perlambang disepanjang jalan Dien ini bagi siapa saja yang hendak melewatinya, atau hendak meneladani peri kehidupan golongan orang-orang yang shaleh itu.
"Mereka itu orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka". (QS Al-an'aam 90)

Kerajaan-kerajaan, negeri-negeri dan masyarakat-masyarakat tidak mungkin bisa dibangun kecuali dengan keteladanan para tokoh tokoh pejuang. Sesungguhnya orang-orang yang mengira bahwa mereka dapat merubah tatanan atau merubah suatu (sistem) masyarakat tanpa pengorbanan darah, jiwa dan raga, tanpa pengorbanan arwah para syuhada, mereka itu tidak mengetahui tabi'at dien ini dan tidak mengetahui jalan Sayyidul Mursalin SAW.

Sedikit sekali mereka yang mampu membangun masyarakat/umat, dan umat itu kadang-kadang diperankan oleh seseorang yang mempunyai keteguhan sikap dalam menghadapi ancaman, melalui orang tersebut Allah menyelamatkan Dien ini. Sebagaimana keteguhan sikap Abu Bakar ra pada saat terjadinya kemurtadan massal oleh kabilah-kabilah Arab sepeninggal Rasulullah, dan keteguhan sikap Imam Ahmad bin Hanbal dalam mempertahankan kebenaran ketika umat Islam mengalami kegoncangan lantaran bid'ah yang menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Maka Allah menyelamatkan umat Islam seluruhnya dari bid'ah tersebut.

Sejarah menceritakan kepada kita bahwa 20 orang muslim dari spanyol (dulu Andalusia) menerobos dari barcelona ke negeri kecil di puncak sebuah gunung bernama Piroxia dekat dengan daerah pantai negeri perancis. Mereka membangun benteng di atas gunung tersebut. Kemudian jumlah mereka bertambah sampai 100 orang. Mereka menguasai tempat penyeberangan utama antara perancis dengan utara italia, khususnya tempat penyeberangan Bernard yang terkenal. Mereka masuk jauh ke dalam negeri inggris dan seluruh negeri perancis melalui tempat penyeberangan tersebut. Mereka masuk ke negeri swiss dan sampai ke danau Constance dan memerintah kawasan tersebut selama 90 tahun. Ya 90 tahun! Dimulai dari 20 orang muslim...mereka memerintah wilayah bagian tengah eropa dan menguasai jalur-jalur lalu lintas perdagangan utama selama hampir 90 tahun. Akhirnya bangsa eropa semuanya mengeroyok kesultanan Islam ini dan menjatuhkannya...setelah 90 tahun seperti yang saya katakan, jumlah mereka pada saat kekalahan mereka yang terakhir tidak lebih dari 1500 orang.

Jihad mubarak yang kita lihat (jihad afghan melawan rusia) dimulai pertama kalinya dengan 14 orang pemuda mahasiswa universitas Kabul dan alumni-alumninya. mereka saling bertanya: "Apa yang harus kita lakukan menghadapi thaghut baru", yakni rezim Dawud yang menjadi penguasa baru menggantikan raja zhahir syah melalui kudeta, yang memusuhi Islam dan bermaksud menumpas habis harakah-harakah Islam. Lantas semuanya memutuskan ketetapan yang tegas dan pasti: "Harus melawan dengan senjata".

Janganlah kalian mengira pengorbanan tersebut hilang sia-sia, dan janganlah kalian menganggap tetesan darah mereka hilang percuma. Sesungguhnya darah orang-orang shaleh itu sangat berat dalam timbangan Ar Rahman. Sesungguhnya Rabbul 'Izzati pernah menenggelamkan seluruh penduduk bumi pada suatu masa demi 12 orang yang menumpang kapal bersama Nuh as. Bumi beserta manusia-manusianya, hewan-hewannya, pohon-pohonnya dan makhluk makhluk hidupnya ditenggelamkan hanya demi 12 orang mukmin. Allah menyelamatkan mereka dalam kapal penuh muatan. kemudian bumi tersebut ramai kembali oleh orang-orang shaleh yang selamat, oleh kelompok kecil yang jumlahnya tidak lebih dari 12 orang!!

PERANAN ORANG-ORANG ARAB (dalam Jihad Afghan melawan Rusia)

Janganlah kalian merasa bahwa jumlah kalian sedikit dan janganlah kalian merasa bahwa orang-orang Arab hanya memberatkan beban orang-orang Afghan, oleh karena orang Afghan lebih mampu dalam berperang dan lebih kuat dalam menghadapi kesulitan serta lebih jago dalam mendaki hunung dan juga lebih tahan dalam menghadapi hawa musim panas dan dingin. Sementara seorang Arab membutuhkan satu kelompok secara utuh untuk melindunginya, tidak untuk berada di barisan depan. Karena itu kadang-kadang orang-orang yang mempunyai pandangan sempit dan dangkal berpendapat bahwa orang-orang Arab hanya sebagai bawaan yang berat dan beban yang merepotkan bagi orang-orang Afghan. Sesungguhnya peran mereka jauh lebih besar daripada itu dan keberadaan mereka berpengaruh besar dalam sejarah dimasa kini maupun di masa mendatang.

Sesungguhnya kelompok kecil dari orang-orang Arab yang jumlahnya tidak lebih dari 100 orang atau lebih sedikit ini, kelak akan merubah warna peperangan dari perang Islam satu bangsa menjadi gerakan jihad Islam alami (internasional), bergabung di dalamnya segala jenis suku bangsa, segala macam warna kulit, bahasa dan tradisi. Mereka disatukan oleh satu Rabb, satu jalan, satu barisan, satu tujuan, satu kiblat, satu sasaran untuk kejayaan Dienullah dan meninggikan kalimat Allah. Meka janganlah kalian menganggap urusan tersebut kecil. Sesungguhnya golongan yang sedikit ini kendati kecil dalam pandangan, nampak remeh pengorbanannya, namun saya berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla menjadi besar dan berat dalam pandangan dan timbangan Allah Rabbul 'Alamin.


(Sumber: Buku Tarbiyah Jihadiyah - DR. Abdullah Azzam)